Terima Kasih Nam Air, Berkatmu Saya Sukses Tiba di Jakarta Tengah Malam

Flight Delay
Ilustrasi | Ist

Ada perasaan lega ketika akhirnya saya bisa tiba dengan selamat sampai kost-an pada Kamis malam, 12 Juli 2018. Malam yang bukan dibilang malam biasa karena itu sekitar pukul 23.30 WIB-an, setengah jam lagi maka sudah berganti hari jadi Jumat, 13 Juli 2018.

Meskipun demikian, pengalaman kali ini dari Lampung-Jakarta pasti menjadi salah satu yang saya kenang sepanjang masa. Saya melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara, pesawat maskapai Nam Air bernomor penerbangan IN099. Sesuai jadwal ketika booking tiket, pesawat sedianya take off pukul 18.10 WIB dari Bandar Udara Raden Inten II, Lampung Selatan, Lampung, boarding pukul 17.40 WIB dan sedianya tiba di Jakarta, tepatnya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pukul 19.00 WIB.

Apa mau dikata, ternyata harus delay dan yang membikin tidak nyaman – pasal delay-nya pesawat tidak diberitahukan pihak maskapai sejak jauh-jauh hari (saya booking tiketnya sejak Senin, 2 Juli 2018). Tidak ada sms resmi yang masuk ke hp saya dari pihak maskapai ataupun dihubungi melalui telepon.

Saya baru tahu ketika melakukan check in di konter maskapai (bersama) Nam Air (danSriwijaya Air) di Bandara Raden Inten II. Sewaktu tiba disana, waktu sudah menunjukkan pukul 16.20 WIB. Buru-buru saya masuk bandara dan melakukan check in. Disitulah baru si petugas bilang bila pesawatnya baru mau terbang pukul 19.20 WIB. Entahlah apa penyebab keterlambatan. Paling-paling rotasi pesawat, sebuah alasan klasik.

Tentu saya kaget karena a) delay yang cukup lama, dan b) sama sekali tidak diberitahukan. Apa lacur, meski dengan hati kecewa ya tetap check in. Saya pun menunggu di ruang tunggu Gate 2 bandara sambil berpikir kok ini maskapai begini ya? Tegaan tidak memberitahu kalau terjadi delay nomor penerbangan saya. Bayangkan saja menunggu sejak pukul 17an sampai hampir pukul 20an. Itu ada sekitar 4 jam. Dan yang menjadi perhatian lagi, kok dari pihak maskapai sepertinya tidak niat memberikan kompensasi kepada penumpang yang terkena delay. Mbok ditawarkan gitu kompensasinya, penumpangnya disamperin kek. Kebetulan saya harus minum obat dan sedang tidak membawa air. Jadi saya meminta tolong kepada petugas untuk diberikan air minum. Air minum itu lah maksudnya kompensasi dari si maskapai. Coba ya kalau saya tidak beralasan hendak minum obat, apa kira-kira dapat air minum?

IMG_3826
Kerupuk singkong bawa dari rumah | Karina Lin

Kalau air saja rada susah diberikan, maka jangan berharap lebih semisal makanan – lebih-lebih sampai nasi kotak. Saya sempat menceritakan ini ke kawan dan dia lantas cerita soal delay yang pernah dialami oleh adiknya dan ibunya baru-baru ini. Maskapainya berbeda sih. Tapi saya kira untuk prosedur soal keterlambatan dan kompensasinya tak banyak berbeda antara satu maskapai dan lainnya. Pertama, maskapai itu memberitahu perihal keterlambatan penerbangan sehari sebelum hari H. Kata kawan terlambatnya lumayan, sekitar dua jam dan mendapat nasi kotak sebagai kompensasinya. Nah bagaimana tidak iri? Sebegitu respeknya si maskapai terhadap penumpang yang nomor penerbangannya mengalami keterlambatan. Beda banget dengan yang saya alami. Alhasil saya sampai kelaparan menunggu nomor penerbangan saya siap boarding. Saya hanya mengganjal perut dengan kerupuk singkong. Masih bersyukurlah masih bisa makan kerupuk singkong. Lah penumpang lain belum tentu bisa makan sekalipun kerupuk saja.

Oya, saya sempat googling soal delay pesawat dan menemukan aturan mengenai pemberian kompensasinya. Dalam genesaacademy.com yang mengutip peraturan menteri perhubungan KM No 25 tahun 2008 ada beberapa hak penumpang jika mengalami delay kurang dari 4 jam (genesa ini sekolah untuk pelatihan pilot) dijelaskan antara lain; 1) hak penumpang jika pesawat delay 30-90 menit maka maskapai wajib memberikan makanan dan minuman ringan. Dalam prakteknya maskapai menyebutkan sebagai refreshment meal berupa kue atau roti dan satu cup air mineral.

Lalu 2) jika pesawat delay 90-180 menit maka maskapai wajib memberikan minuman, makanan ringan dan makan siang atau malam tergantung waktu keterlambatan dan bila penumpang meminta dipindahkan ke penerbangan lain, hal ini juga diperbolehkan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku; 3) Jika pesawat delay lebih dari 180 menit, pihak maskapai wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam dan apabila penumpang tidak dapat dipindahkan ke penerbangan atau perusahaan penerbangan berjadwal lainnya maka penumpang wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

Masih ada satu poin lagi yakni pembatalan penerbangan. Namun dalam kasus saya hanya keterlambatan saja. Tak sampai pembatalan.

Balik ke Nam Air, saya heran dengan kinerja Nam Air. Delay kok tidak memberitahukan sebelumnya. Kata seorang petugas di gate, sudah diberitahukan sebelumnya. Maaf mbak, pemberitahuannya kapan dan melalui apa ya? Kok saya samasekali tidak menerima? Yah, walau saya bersyukur akhirnya bisa tiba juga (dengan selamat) di tempat tujuan, tetap ada kekecewaan terhadap maskapai yang saya tumpangi.

Ketika sampai ditempat tujuan, setelah menurunkan barang dari taksi online – yang pertama saya cari adalah penjual nasi goreng. Puji syukur, alhamdulillah masih ada, sehingga bisa mengisi perut yang kerucukan sedari habis maghrib. Bersyukur maag saya tidak kambuh sampai keesokan harinya walaupun malam itu mengalami telat (kebangetan) makannya.

Semoga ini menjadi perhatian dari pihak maskapai Nam Air untuk memperbaiki kala terjadi delay-delay. Mbok jangan lupa diberitahukan dari beberapa hari sebelum hari H kalau memang positif delay. Tolong pikirkan perasaan penumpang yang sudah membeli tiket dengan harapan bisa lekas sampai tujuan (setidaknya kalau sudah diberitahukan, para penumpang masih bisa menyiapkan amunisi untuk mengisi perut), alih-alih malah harus menanti dan berharap dalam ketidakpastian. Petugas konter mengatakan bahwa nomor penerbangan saya diundur menjadi pukul 19.20 WIB. Nyatanya lebih dari jam segitu, nomor penerbangan saya baru berangkat. Dan satu lagi, semoga bisa memperlakukan para penumpang dengan lebih manusiawi. Yang jelas saya tetap berucap terima kasih. Terima Kasih Nam Air, berkatmu saya sukses tiba di Jakarta (tengah malam dalam keadaan kelaparan juga) (Salemba Tengah, 13 Juli 2018).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *